Yusril Ihza Mahendra meminta publik dan pemerintah Brasil untuk tidak mencampuradukkan proses hukum Juliana Marins dengan kunjungan resmi Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, ke Brasil. Ia berharap kasus yang menjerat warga negara Brasil itu tidak mengganggu hubungan diplomatik yang telah Indonesia dan Brasil bangun selama bertahun-tahun.
Yusril menegaskan bahwa pemerintah Indonesia menangani kasus Juliana sesuai dengan hukum yang berlaku. Ia memastikan slot bet 200 aparat penegak hukum memberikan proses yang adil dan menghormati hak-hak warga asing. Menurutnya, sikap profesional ini mencerminkan komitmen Indonesia terhadap supremasi hukum.
“Kita harus menjaga hubungan baik antarnegara. Pemerintah sudah menjalankan proses hukum secara transparan, dan saya berharap kunjungan Pak Prabowo tidak terganggu oleh polemik ini,” ujar Yusril dalam pernyataannya, Kamis (tanggal menyesuaikan).
Prabowo sendiri tetap melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Brasil untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang pertahanan dan industri militer. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan pejabat tinggi Brasil guna membahas peningkatan kemitraan bilateral, termasuk potensi ekspor-impor alat utama sistem senjata (alutsista).
Sementara itu, Brasil sebelumnya menyampaikan keberatan atas penahanan Juliana. Namun, Indonesia sudah menjelaskan secara diplomatik bahwa proses hukum di Tanah Air berjalan independen dan tidak tunduk pada tekanan politik luar negeri.
Yusril mengajak semua pihak untuk menghormati kedaulatan hukum masing-masing negara. Ia percaya kedua negara mampu menyelesaikan perbedaan pandangan dengan dialog, bukan konfrontasi.
Dengan sikap terbuka dan diplomasi aktif, Indonesia berharap kunjungan Prabowo dapat mempererat kerja sama dan memperluas peluang strategis di masa depan.
